Oli mesin

credit to Tony Wirawan & henri_k_id


Jenis oli mesin ini sangat bervariasi dengan masing-masing memiliki kondisi penggunaan optimum untuk operasional tertentu. Demikian juga ada beberapa lembaga yang bergerak dalam penentuan grade oli ini yang bertugas mengatur klasifikasi oli, sehingga mudah untuk dimengerti dan cocok untuk pemakaian di daerah tsb. Lembaga seperti ini misalnya API (America Petroleum Institute), atau ILSAC (Internasional Lubricant Standardization and Approval Committee) dsb. Salah satu standarisasi yang banyak dipakai adalah standarisasi SAE.

SAE 5W-30: Oli kelas ini ditujukan untuk pemakaian daerah dingin, mudah untuk cranking atau proses starter engine. Oli ini juga didesign memiliki potensi untuk melindungi elemen mesin dari wearing phenomena. Oli kelas ini cukup memiliki grade sekelas SJ atau SH yang ditentukan oleh API, juga mencukupi untuk kategori ILSAC GF-2 untuk driving mothode Gasoline Engine Oils Test.

SAE 5W-20: Oli Multigrade dengan proteksi starter pada suhu dingin, dan menunjang effisiensi bahan bakar. Oli kelas ini cukup memiliki grade sekelas SJ atau SH yang ditentukan oleh API, juga mencukupi untuk kategori ILSAC GF-2 untuk driving mothode Gasoline Engine Oils Test. Karena sifat keencerannya, oli jenis ini tidak semestinya dipakai kecuali apabila ada rekomendasi dari produsen mesin. Hal ini untuk menghindari wearing atau ausnya elemen mesin yang tidak cukup terproteksi dengan kekentalan oli kelas ini.

SAE 10-30: Oli kelas ini memiliki kekentalan lebih pekat dari SAE 5W-30 untuk daerah dingin serta tetap memiliki potensi untuk melindungi elemen mesin.

SAE 10W-40: Oli multigrade yang ditujukan untuk melindungi elemen mesin terhadap perubahan suhu udara segala musim. Bisanya oli kelas ini juga cukup memenuhi kategori untuk standarisasi SJ atau SH dari API, atau ILSAC GF-2 untuk driving mothode Gasoline Engine Oils Test.

SAE 20W-50: Oli multigrade dengan tujuan untuk perlindungan mesin terhadap wearing phenomena, atau goresan terhadap elemen mesin. Didesign untuk pemakaian pada suhu mesin yang tinggi. Memiliki kemampuan kuat untuk membuat lapisan oli pada permukaan elemen mesin. Bisanya cukup memenuhi standarisasi dari kategori ILSAC GF-2 untuk driving mothode Gasoline Engine Oils Test.

 

Kode Oli

Yang pertama sering kita mendengar tentang oli sintetik ato bukan sintetik ato semi sentetik ato banyak deh kita sampe bingung karena dipasaran kalimat2 kayak gitu sering banget kita dapet. Minyak mentah yang diambil dari dari bumi dan diproses sehingga menjadi pelumas ato oli, disebut oli mineral. dan di Indonesia sendiri juga banyak oli mineral tsb. Oli mineral tsb dapat digunakan dan harganya relatif murah, tetapi masih ada kekurangan pada oli mineral tersebut seperti, hasil pelumasan menimbulkan kotoran ato kerak, kurang stabilnya pada iklim ato cuaca yang perbedaannya sangat tinggi di iklim panas dan dingin, hasil pembuangan gas buang kurang ramah lingkungan dan masih banyak lagi apalagi di segi performa. Makanya oli tersebut oleh para produsen oli diproses kembali dengan penambahan zat kimia disana-sini menjadi oli sintetik. kadar penambahan dan proses di oli mineral tsb menjadi sintetik juga berbeda-beda tergantung si produsen oli tesebut. Malah ada juga produsen yang asal sebut aja oli full sintetik padahal tidak memenuhi standar pelumas full sintetik dan ngga pantas disebut oli sintetik. Proses perubahan/penambahan dari oli mineral menjadi sintetik ato semi sintetik meningkatkan performa kinerja oli tersebut seperti kotoran/kerak di silinder berkurang, lebih tahan di cuaca baik tinggi maupun rendah, kerja oli jadi lebih stabil dan umur pemakaian pelumas juga lebih panjang, tingkat penguapan oli mesin didalam silinder lebih kecil, , dan masih banyak keunggulan-keunggulan yang lain.

Mengenali tulisan kode standarisasi di produk2 pelumas seperti yang udah di jelaskan bro Tony diatas adalah sangat perlu bro biar kita mendapat manfaat & kegunaan pelumas secara maksimal sesuai kebutuhan kita.

1. SAE (Society of Automotive Engineers). SAE ini adalah range tingkat kekentalan suatu pelumas seperti contoh
SAE 10w-40 ini menandakan produk ini range kinerja kekentalan pada keadaan dingin sampai panas adalah 10 sampai 40. Ada juga yang hanya menunjukan satu range/grade saja contoh SAE 20. kalo yang menggunakan range 2bh seperti SAE 20w-50 disebut oli multigrade. Kalo huruf w pada 10w adalah singkatan winter yang menunjukan tingkat kekentalan 10 bahkan pada saat winter. Ada juga produk yang tanpa ada simbol w , Misalnya SAE 20-50 , maka produk SAE 20w-50 lebih baik dari SAE 20-50 dilihat dari range kekentalan range suhu yg berbeda. semakin besar angka SAE berarti semakin kental produk tsb. Seperti SAE 10w-40 lebih encer dari SAE 20w-40.

2. API (American Petroleum Institute) adalah suatu grade yang didapat dari lembaga independent yang menetukan sejauh mana kualitas produk pelumas tersebut tentunya dengan seleksi yang ketat. Contoh : API SL. ini menunjukan produk tersebut ditujukan untuk mesin berbahan bakar bensin karena huruf S pada SL , singkatan dari spark (Busi) sedangkan untuk mesin diesel ditunjukan dengan huruf C (compression) seperti API CG dll. Sedangkan Huruf L pada SL menunjukan kualitas produk tsb. semakin mendekati huruf Z maka semakin baik produk tsb. Contoh produk API SL lebih baik secara kualitas dari produk API SF. Sampai saat ini grade tetinggi pada pelumas didunia adalah API SM. Dan perkembangan teknologi akan terus memicu peningkatkan kualitas grade API tsb. Tapi API bukan satu2nya lembaga yang mengeluarkan grade tsb. ada juga ILSAC (International Lubricants Standarization & Approval Commitee) seperti contoh ILSAC GF-2. Dan sampai saat ini yang tertinggi adalah ILSAC GF-4. Dan masih banyak lagi seperti JASO (Japan Automotive Standard Association) , ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm).

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: